OJK

Proses Seleksi Bos Baru OJK, Purbaya Soroti Minimnya Kandidat Kompeten

Proses Seleksi Bos Baru OJK, Purbaya Soroti Minimnya Kandidat Kompeten
Proses Seleksi Bos Baru OJK, Purbaya Soroti Minimnya Kandidat Kompeten

JAKARTA - Proses pencarian calon pimpinan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai memperlihatkan perkembangan, meskipun jumlah pelamar yang dinilai memiliki kapasitas memadai masih terbatas. Ketua Panitia Seleksi (Pansel) calon pengganti Anggota Dewan Komisioner OJK, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa sejumlah kandidat potensial sudah terlihat, tetapi jumlahnya belum banyak sehingga masih dibutuhkan lebih banyak pendaftar berkualitas.

Seleksi calon pimpinan OJK telah dibuka sejak pertengahan Februari 2026, dan panitia masih menunggu partisipasi lebih luas dari berbagai kalangan agar persaingan menjadi lebih kompetitif.

Belum Ada Pelamar dari DPR

Ketua Pansel calon pimpinan OJK Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada anggota DPR RI yang mendaftarkan diri dalam bursa calon pimpinan OJK. Meskipun pendaftaran telah dibuka sejak pertengahan Februari, keterlibatan tokoh dari parlemen masih nihil di meja Pansel.

“DPR belum kelihatan sekarang,” kata Purbaya saat dikonfirmasi, 24 Februari 2026.

Ketiadaan pendaftar dari kalangan legislatif menjadi perhatian tersendiri karena sebelumnya sejumlah nama anggota parlemen sempat disebut berpotensi ikut meramaikan seleksi pimpinan otoritas jasa keuangan tersebut.

Kandidat Kompeten Masih Terbatas

Purbaya, yang ditunjuk sebagai Ketua Pansel melalui Keputusan Presiden Nomor 16/P Tahun 2026, mengakui telah melihat beberapa pelamar yang potensial. Namun Ia merasa jumlah kandidat dengan kapasitas mumpuni tersebut masih perlu ditambah agar persaingan menjadi lebih kompetitif.

“Ada beberapa (kandidat yang bagus), tapi masih kurang banyak menurut saya,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa sebagian pendaftar berasal dari industri jasa keuangan dan kalangan profesional bidang keuangan. Namun secara umum kualitas pelamar masih perlu ditingkatkan sehingga pansel masih membuka kesempatan bagi figur lain yang memenuhi syarat.

Purbaya sebelumnya juga mengindikasikan bahwa sebagian pelamar belum termasuk figur yang benar-benar unggul sehingga masih diperlukan kandidat yang lebih kuat untuk mengikuti seleksi tersebut.

Internal OJK Belum Banyak Bergerak

Selain dari kalangan parlemen, sosok internal OJK pun terpantau belum mengambil langkah resmi. Purbaya menyebut nama Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi juga belum masuk dalam daftar pendaftar yang ia tinjau.

Hal ini menunjukkan bahwa hingga saat ini minat dari internal lembaga pengawas sektor jasa keuangan tersebut masih belum terlihat secara signifikan.

Padahal figur dari internal OJK biasanya dinilai memiliki pengalaman langsung dalam pengawasan sektor keuangan dan dianggap memiliki peluang kuat dalam proses seleksi.

Pendaftaran Masih Terbuka

Panitia seleksi masih membuka pendaftaran hingga awal Maret 2026. Pemerintah berharap semakin banyak kandidat yang mendaftar sehingga proses seleksi dapat menghasilkan pimpinan OJK yang kompeten dan mampu menghadapi tantangan sektor keuangan ke depan.

Dengan masih terbukanya pendaftaran, Purbaya berharap lebih banyak tokoh dengan pengalaman dan kemampuan kuat di bidang keuangan ikut berpartisipasi. Kehadiran kandidat berkualitas dinilai penting untuk memastikan kepemimpinan OJK tetap kuat dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Proses seleksi pimpinan OJK menjadi perhatian karena posisi tersebut memiliki peran strategis dalam mengawasi industri jasa keuangan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dengan demikian, kualitas kandidat yang terpilih nantinya akan sangat menentukan arah kebijakan pengawasan sektor keuangan di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index