KEMENTRIAN ESDM

DPR Minta Kementerian ESDM Hitung Akurat Kebutuhan Energi Ramadan Lebaran Nasional

DPR Minta Kementerian ESDM Hitung Akurat Kebutuhan Energi Ramadan Lebaran Nasional
DPR Minta Kementerian ESDM Hitung Akurat Kebutuhan Energi Ramadan Lebaran Nasional

JAKARTA Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda, mengingatkan pentingnya perhitungan yang tepat terhadap kebutuhan energi nasional menjelang bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri. Hal ini berdasarkan fungsi pengawasan parlemen terhadap sektor energi, sekaligus untuk mencegah potensi kekurangan pasokan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat di masa penting tersebut.

Tekanan pada Akurasi Perhitungan Energi

Shanty Alda menegaskan bahwa pemerintah, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), perlu menyiapkan perhitungan yang presisi dan berbasis data nyata terkait kebutuhan energi nasional. Menurutnya, perencanaan yang kurang matang berpotensi menimbulkan kekurangan pasokan BBM, LPG, dan listrik. Kondisi seperti ini perlu diantisipasi sejak dini agar tidak berdampak pada mobilitas orang dan kegiatan ekonomi selama Ramadan dan Lebaran nanti.

Legislator tersebut mengatakan bahwa perhitungan kebutuhan energi yang akurat bukan hanya sekadar angka di atas kertas, melainkan harus didukung oleh proses pemantauan stok yang terus berjalan. Semua pemangku kepentingan energi diminta menyerahkan data stok dan kesiapan distribusi secara berkala kepada pemerintah dan DPR, sehingga potensi defisit dapat diketahui lebih awal dan diatasi dengan langkah strategis.

Peran Strategis dalam Menjaga Ketersediaan Energi

Dalam keterangannya pada 23 Februari 2026, Shanty Alda mengajak seluruh pihak terkait untuk memperkuat sinergi dan koordinasi. Ia menilai bahwa langkah ini bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat ketika permintaan energi meningkat signifikan di periode Ramadan dan Idul Fitri.

Shanty menekankan bahwa fungsi pengawasan DPR bukan hanya formalitas, tetapi memiliki implikasi nyata terhadap kesiapan operasional negara. Melalui pengawasan yang ketat, DPR ingin memastikan bahwa kehidupan masyarakat tidak terganggu akibat kekurangan pasokan energi yang seharusnya sudah diprediksi dan diantisipasi.

Laporan Berkala Stok Energi sebagai Instrumen Mitigasi

Salah satu strategi yang digalakkan legislator ini adalah sistem pelaporan berkala dari para pemangku kepentingan di sektor energi. Dengan pelaporan yang konsisten, pemerintah dan DPR bisa memantau stok BBM, LPG, dan listrik yang tersedia di berbagai wilayah Indonesia. Mekanisme semacam ini dinilai penting untuk mencegah terjadinya kekurangan energi yang berujung pada gangguan distribusi dan konsumsi.

Pelaporan berkala juga menjadi alat mitigasi terhadap apa yang disebut Shanty sebagai “planning fallacy,” yakni kecenderungan perencanaan yang kurang realistis dan optimis secara berlebihan tanpa mempertimbangkan risiko di lapangan. Dengan data yang akurat dan pelaporan yang teratur, potensi miskalkulasi bisa diminimalkan.

Manfaat bagi Kelancaran Kegiatan Masyarakat

Shanty menjelaskan bahwa memastikan pasokan energi tetap lancar sangat penting untuk mendukung semua kegiatan masyarakat selama Ramadan dan Lebaran. Mulai dari penggunaan listrik oleh rumah tangga, konsumsi BBM untuk transportasi, hingga kebutuhan LPG untuk memasak di rumah selama periode panjang berkumpul bersama keluarga merupakan aspek-aspek yang perlu diperhatikan secara serius.

Menurutnya, jika pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya dapat bekerja lebih transparan dan bersinergi dengan baik, berbagai gangguan yang kerap muncul selama periode puncak konsumsi energi dapat dihindari. Hal ini dirasakan tidak hanya oleh masyarakat umum, tetapi juga pelaku usaha yang sangat bergantung pada ketersediaan energi yang stabil.

Dorongan untuk Transparansi dan Sinergi

Selain akurasi perhitungan dan pelaporan stok yang berkala, Shanty juga mendorong keterbukaan data dan sinergi antar lembaga pemerintah, serta pelaku industri energi nasional. Dengan begitu, seluruh informasi terkait stok dan prediksi kebutuhan energi dapat diakses secara lebih mudah dan dipantau bersama.

Sinergi ini dianggap penting karena sektor energi terdiri dari berbagai komponen yang saling bergantung. Misalnya, distribusi BBM harus didukung dengan data stok yang valid dari pusat dan daerah, sementara jaringan listrik perlu mengantisipasi lonjakan beban puncak yang mungkin terjadi, terutama di kota-kota besar.

Shanty berharap langkah-langkah ini akan memperkuat kesigapan pemerintah dalam menghadapi periode permintaan energi tinggi. Dengan begitu, masyarakat tidak akan menemui kendala saat menjalankan ibadah dan kegiatan bersama keluarga di momen penting keagamaan dan nasional ini.

Demikian gambaran lengkap desakan DPR melalui Shanty Alda agar Kementerian ESDM menghitung kebutuhan energi secara akurat menjelang Ramadan dan Lebaran, dengan fokus pada akurasi, pelaporan berkala, dan sinergi antar pemangku kepentingan untuk meminimalkan risiko pasokan energi yang tidak mencukupi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index