Pemerintah Optimis Sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) dan Peralatan Listrik Tumbuh di 2026

Selasa, 24 Februari 2026 | 13:28:15 WIB
Pemerintah Optimis Sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) dan Peralatan Listrik Tumbuh di 2026

JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan pelaku industri optimistis sektor energi baru terbarukan serta bisnis alat listrik akan bertumbuh signifikan sepanjang tahun 2026, berkat dorongan kebijakan percepatan transisi energi dan dukungan investasi. Keyakinan ini muncul di tengah upaya memperkuat ketahanan energi nasional serta mendorong pertumbuhan industri dalam negeri di sektor strategis tersebut.

Percepatan Transisi Energi dan Target Pertumbuhan

Pemerintah Indonesia saat ini tengah memfokuskan kebijakan energi pada peningkatan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), sejalan dengan upaya transisi energi nasional yang lebih luas. Asosiasi Produsen Peralatan Listrik Indonesia (APPI) menilai bahwa bisnis peralatan listrik yang mendukung EBT bakal mencatatkan laju pertumbuhan yang cukup solid di tahun 2026. Menurut target dari pelaku industri, pertumbuhan di sektor peralatan listrik diperkirakan mencapai antara 10 sampai 15 persen, mencerminkan optimisme terhadap peluang baru di pasar domestik dan global.

Percepatan transisi energi ini bukan hanya sebatas target angka, tetapi juga bagian dari kebijakan yang lebih besar untuk memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan pada impor energi fosil. Kebijakan itu diarahkan agar Indonesia bisa terus menambah kapasitas pembangkit listrik berbasis EBT dan meningkatkan kontribusi EBT dalam bauran energi nasional.

Dampak Kebijakan Pemerintah terhadap Industri Peralatan Listrik

Pelaku industri alat listrik melihat peluang besar dari kebijakan pemerintah yang semakin menekankan pada penggunaan EBT. Produksi dan permintaan akan peralatan listrik yang dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur energi bersih seperti pembangkit listrik tenaga surya, angin, serta fasilitas baterai kendaraan listrik diprediksi meningkat. Hal ini mendorong optimisme pertumbuhan sektor alat listrik, karena banyak komponen dan perangkat yang sebelumnya kurang berkembang kini memiliki pasar baru.

Kebijakan pemerintah juga memberikan sinyal kuat bagi investor dan produsen bahwa peluang bisnis di sektor energi bersih terbuka lebar. Ini termasuk pengembangan fasilitas produksi komponen EBT, transformasi proses industri untuk memenuhi standar energi bersih, dan insentif bagi perusahaan yang berkontribusi pada target transisi energi nasional.

Tantangan dan Peluang dalam Mempercepat EBT

Namun, mempercepat adopsi EBT tak lepas dari tantangan. Pelaku usaha mencatat bahwa transisi ke energi bersih seringkali memerlukan pembiayaan besar serta kesiapan teknologi yang memadai. Untuk itu, dukungan dari kebijakan fiskal, akses pembiayaan, serta iklim investasi yang kondusif menjadi kunci agar target pertumbuhan dan transisi energi bisa tercapai.

Tantangan ini mencakup kebutuhan akan tenaga kerja terampil, pengembangan teknologi, serta jaringan infrastruktur yang mampu mendukung integrasi EBT ke dalam sistem energi nasional secara efektif. Meski demikian, prospek jangka panjang bagi pelaku industri cukup positif karena permintaan terhadap solusi energi bersih diperkirakan akan terus meningkat di dalam negeri maupun di pasar ekspor.

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta

Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dianggap sebagai elemen penting dalam mencapai target pertumbuhan di sektor EBT dan alat listrik. Dukungan regulasi yang konsisten dan kepastian hukum menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menarik investasi serta memperkuat kepercayaan pelaku industri. Dalam berbagai kesempatan, pemerintahan menegaskan bahwa Indonesia serius dalam mendorong investasi di sektor energi bersih, termasuk melalui reformasi regulasi dan insentif fiskal yang relevan.

Pemerintah juga terus memperluas dialog dengan investor global dan domestik untuk memastikan implementasi kebijakan dilakukan secara terkoordinasi. Ini termasuk mempertemukan pelaku usaha dengan pembuat kebijakan yang dapat membantu menyelaraskan kebutuhan industri dengan arah kebijakan nasional.

Harapan untuk Pertumbuhan Ekonomi Lebih Luas

Pertumbuhan sektor EBT dan peralatan listrik tidak hanya dinilai penting sebagai pendorong transisi energi, tetapi juga sebagai kontributor terhadap perekonomian nasional secara umum. Dengan meningkatnya investasi dan produksi di sektor ini, peluang penciptaan lapangan kerja baru serta nilai tambah industri nasional diharapkan meningkat.

Dorongan kebijakan ini juga sejalan dengan tujuan Indonesia untuk meningkatkan kontribusi EBT dalam konsumsi energi nasional serta mencapai target-target ambisius dalam bauran energi jangka menengah dan panjang. Pemerintah berharap bahwa lintas sektor usaha dan kebijakan yang terintegrasi akan membawa kemampuan industri nasional ke tingkat yang lebih tinggi, sekaligus membawa manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Optimisme dengan Strategi Transisi Energi

Secara keseluruhan, optimisme terhadap pertumbuhan bisnis peralatan listrik dan EBT pada tahun 2026 mencerminkan keyakinan yang lebih luas tentang peluang ekonomi hijau di Indonesia. Meskipun tantangan tetap ada, kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan investor dipandang sebagai kombinasi kunci untuk mencapai target pertumbuhan yang realistis dan berkelanjutan.

Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam peta energi global, sekaligus mendorong inovasi dan peningkatan kapasitas industri domestik di era transisi energi.

Terkini