JAKARTA - Harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) mengalami gejolak cukup signifikan dalam sepekan terakhir namun berhasil mencatat kenaikan kumulatif sebesar Rp 24 000 ke level Rp 3.012.000 per gram selama periode 16–21 Februari 2026. Pergerakan harga ini menunjukkan dinamika kuat yang dipengaruhi oleh perubahan pasar global dan sentimen investor domestik.
Awal Pekan: Turun Mengawali Pergerakan Harga
Pada Senin (16 Februari 2026), harga emas Antam sempat mengalami penurunan sebesar Rp 14 000, sehingga berada di posisi Rp 2.940.000 per gram di awal pekan. Tekanan penurunan ini mencerminkan respon pasar terhadap sentimen yang belum stabil di pasar komoditas global, termasuk harga emas dunia yang cenderung berfluktuasi serta nilai tukar rupiah yang belum menguat signifikan.
Keuntungan bagi pembeli emas di awal minggu sedikit terganggu saat Selasa (17/2) harga kembali turun sebesar Rp 22 000 menjadi Rp 2.918.000 per gram. Penurunan ini menjadi tanda bahwa awal minggu masih dipenuhi ketidakpastian yang kuat bagi pelaku pasar logam mulia, terutama emas batangan.
Tengah Pekan: Gejolak Berlanjut dan Rebound Tipis
Di tengah pekan, Rabu (18 Februari), harga emas Antam bahkan anjlok lebih dalam lagi dengan turun Rp 40 000, berada di level Rp 2.878.000 per gram. Penurunan ini menjadi momentum terendah dalam sepekan, memicu kewaspadaan di kalangan investor karena tren masih belum menunjukkan arah yang jelas.
Namun pada Kamis (19 Februari), harga mulai menunjukkan konsolidasi kecil dengan kenaikan tipis Rp 4 000, kembali ke level Rp 2.916.000 per gram. Meskipun kenaikan ini terbilang kecil, namun menjadi tanda pemulihan setelah tekanan turun yang cukup kuat di dua hari sebelumnya.
Akhir Pekan: Lonjakan Harga Emas Antam
Momentum positif mulai terlihat di akhir pekan. Pada Jumat (20 Februari), harga emas Antam terpantau meningkat Rp 28 000 menjadi Rp 2.944.000 per gram, menunjukkan respons pasar terhadap faktor eksternal yang lebih mendukung. Kenaikan ini menandai titik balik dalam tren mingguan dan memicu harapan bahwa harga emas akan kembali stabil atau bahkan meningkat.
Puncaknya terjadi Sabtu (21 Februari), ketika harga emas Antam melonjak signifikan sebesar Rp 68 000, mencapai Rp 3.012.000 per gram. Lonjakan tersebut membawa harga emas Antam menembus level psikologis Rp 3 juta per gram, sebuah level yang cukup tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi pasar komoditas.
Kenaikan Harga Buyback: Peluang Bagi Pemegang Emas
Tidak hanya harga jual yang meningkat, nilai buyback atau harga pembelian kembali emas Antam juga ikut mengalami lonjakan. Pada Sabtu (21 Februari), harga buyback emas Antam naik Rp 68 000 menjadi Rp 2.793.000 per gram. Hal ini menjadi peluang tersendiri bagi pemilik emas yang mempertimbangkan untuk menjual kembali emasnya di tengah harga yang relatif tinggi.
Transaksi buyback tersebut memiliki implikasi pajak, di mana transaksi dengan jumlah di atas Rp 10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5% bagi pemegang NPWP dan 3% bagi non-NPWP. Pajak ini dipotong langsung dari total nilai transaksi saat proses penjualan kembali dilkukan, sehingga investor perlu menghitung potensi keuntungan bersih dengan cermat.
Rincian Harga Pecahan Emas Antam
Pergerakan harga emas Antam tidak hanya terlihat pada ukuran 1 gram, tetapi juga pada pecahan lainnya yang dipantau melalui laman Logam Mulia Antam. Beberapa ukuran emas batangan yang beredar di pasar termasuk 0,5 gram hingga 1 000 gram, dengan harga yang disesuaikan menurut harga pasar hari tersebut.
Penguatan harga emas di akhir pekan ini menunjukkan bahwa pasar logam mulia tidak sepenuhnya terdampak oleh tren penurunan di awal pekan. Investor dan pembeli logam mulia kini mulai menunjukkan minat kembali terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai, terutama di tengah gejolak ekonomi global dan pergerakan nilai tukar mata uang.
Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga Emas
Pergerakan harga emas Antam dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk dinamika pasar emas global, perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta sentimen pasar yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi makro dan geopolitik. Fluktuasi mingguan mencerminkan sensitivitas harga emas terhadap faktor eksternal dan internal pasar.
Investor biasanya memanfaatkan emas sebagai instrumen safe haven, terutama saat pasar saham menunjukkan ketidakpastian atau saat ada gejolak ekonomi global. Tren kenaikan harga emas di akhir pekan ini diharapkan dapat menciptakan momentum positif bagi pelaku pasar emas batangan di Indonesia, terutama yang berinvestasi jangka panjang.
Dengan pola pergerakan yang fluktuatif namun menunjukkan tren positif, harga emas Antam menjadi sorotan bagi investor logam mulia yang mencari peluang investasi di tengah ketidakpastian pasar keuangan global dan domestik.