Danantara Tentukan Dividen BUMN 2026 Setelah Evaluasi Dua Holding Strategis

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:26:16 WIB
Danantara Tentukan Dividen BUMN 2026 Setelah Evaluasi Dua Holding Strategis

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara belum menetapkan besaran dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk tahun buku 2026 karena masih menunggu hasil hitungan kebutuhan pendanaan dari dua entitas holding yang kini berada di bawah pengelolaan Danantara.

BPI Danantara sebagai lembaga yang dibentuk baru ini menegaskan bahwa mekanisme pembagian dividen harus disesuaikan dengan kebutuhan strategis korporasi sehingga tidak lagi menggunakan pendekatan tetap seperti pada masa lalu.

Perubahan Pola Penentuan Dividen

BPI Danantara sendiri masih menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) untuk dua entitas holding utama yang berada dalam pengelolaannya, yaitu PT Danantara Asset Management (Persero) dan PT Danantara Investment Management (Persero). Pada titik ini, keputusan final mengenai jumlah dividen belum bisa diumumkan.

Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa pola penetapan dividen ke depan tidak lagi menggunakan pendekatan tetap seperti sebelumnya — di mana dividen biasanya ditetapkan sebagai angka tertentu secara rutin — tetapi akan dirumuskan berdasarkan kebutuhan dua holding yang saat ini tengah melakukan konsolidasi dan perencanaan strategis yang matang.

Menurutnya, hal ini penting agar distribusi laba yang akan dibagikan sebagai dividen tidak mengganggu strategi pertumbuhan dan agenda investasi kedua holding.

Menunggu Finalisasi RKAP Dua Holding

Dony menyampaikan bahwa kebutuhan pendanaan dari kedua holding ini belum terlihat jelas karena RKAP masih dalam tahap penyusunan. “Kalau dulu kan memang disetel dividennya. Sekarang kita lihat saja berapa kebutuhan dari dua holding tersebut. Kebutuhannya belum terlihat karena RKAP lagi disusun. Selesai RKAP nanti baru kelihatan kebutuhannya,” ujarnya.

Ketika RKAP telah rampung, Danantara akan mendapatkan gambaran lengkap tentang kebutuhan modal dan ekspansi dari kedua holding tersebut sehingga dapat menentukan besaran dividen yang realistis dan sesuai dengan proyeksi kerja usaha BUMN.

Perubahan model penentuan dividen ini dinilai perlu mengakomodasi strategi pertumbuhan Danantara dalam jangka menengah dan panjang, terutama sejalan dengan proses transformasi yang tengah berjalan di lingkungan perusahaan pelat merah.

Target Kinerja Keuangan Terbaru BUMN

Dalam melaksanakan tugasnya, Danantara juga menetapkan target laba bersih gabungan seluruh BUMN yang berada di bawahnya cukup tinggi untuk tahun 2026. Menurut Dony, Danantara menargetkan perolehan laba bersih gabungan BUMN mencapai sekitar Rp 350 triliun, angka ini meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp 285 triliun.

Dony menyatakan bahwa kenaikan target laba tersebut merupakan hasil dari transformasi dan restrukturisasi yang sudah dilakukan selama setahun terakhir. “Tahun 2026, kami memasukkan rencana kerja kurang lebih Rp 350 triliun laba, tetapi saya tentu mengekspektasikan lebih,” ujarnya.

Kenaikan target laba ini memberikan ruang bagi Danantara untuk menimbang lebih fleksibel mengenai kebijakan dividen, terutama dalam menyeimbangkan antara kontribusi terhadap negara dan kebutuhan ekspansi strategis dari korporasi BUMN itu sendiri.

Fleksibilitas Dividen untuk Menjaga Keseimbangan Strategis

Strategi baru penentuan dividen ini dinilai penting karena akan menjadi instrumen untuk menjaga keseimbangan antara kontribusi terhadap negara dan kebutuhan ekspansi strategis korporasi BUMN. Dengan model yang lebih fleksibel, Danantara berharap dapat mendukung program kerja kedua holding tanpa terbebani oleh komitmen pembayaran dividen yang tetap.

Dony menegaskan penyesuaian dividen pada prinsipnya adalah bagian dari adaptasi terhadap dinamika bisnis dan kebutuhan korporasi yang berbeda dari masa sebelumnya. Mekanisme penetapan dividen yang baru ini juga mencerminkan upaya Danantara untuk menjaga kesehatan finansial korporasi di tengah transformasi besar yang tengah berlangsung.

Waktu Pengumuman Besaran Dividen

Menurut rencana, keputusan final terkait besaran dividen BUMN tahun 2026 akan diumumkan setelah RKAP kedua holding selesai disusun dan kebutuhan pendanaan dapat dipetakan secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum ada tanggal pasti kapan pengumuman tersebut akan dilakukan.

Dengan model baru ini, penetapan dividen BUMN diperkirakan akan lebih kompleks dibanding masa lalu, karena mempertimbangkan banyak faktor strategis yang berkaitan dengan pertumbuhan dan stabilitas bisnis perusahaan pelat merah secara keseluruhan.

Terkini